widgets

Kampoeng Wisata Bisnis Tegalwaru

Berbagai potensi yang dimiliki seseorang terkadang belum tergali, baik dari kaum muda atau tua, karena tak diketahui atau keterbatasan sehingga mengendap dalam diri. Anak-anak dan remaja adalah rentang usia yang sangat menentukan di kehidupan masa depan, terkadang proses pencarian jati diri menjeremuskan ke dalam pergaulan yang tidak menguntungkan.



Kami merasa terpanggil untuk memberikan ruang kepada anak-anak dan remaja untuk mengekspresikan diri terutama untuk perkembangan jiwa entrepreneurnya. Pada akhirnya berbagai potensi yang dimiliki untuk digali dan ditunjukkan sehingga dia akan merasa bangga dan berharga.


Atas dasar itu, Kuntum Organizer turut serta berperan aktif dalam rangkaian kegiatan yang mengusung kepedulian terhadap  pendidikan dan perekonomian anak bangsa. Mengadakan Program Tour Kampoeng Wisata Bisnis sebagai program untuk mengasah jiwa bisnis dan pemahamanya tentang sebuah produk berbasis home industry. Untuk itu; berkarya, berbudaya, dan berilmu bukan hanya menjadi sebuah slogan tapi harus diakui bahwa hal tersebutlah  yang akan mengantarkan masyarakat pada tatanan kehidupan yang lebih baik dan memiliki keterampilan yang menghasilkan dari sisi financial tentunya.


PROFIL DESA
Wilujeng Sumping Di Kampung Wisata Desa tegal Waru

Desa Tegalwaru yang terletak di sebelah barat Kabupaten Bogor, memiliki jumlah penduduk 12.123 jiwa dan sebagian besar berprofesi sebagai petani dan wirausaha. Lingkungan yang asri didataran Gunung Salak Endah memberikan keuntungan bagi para petani dalam menggarap lahan pertaniannya.



Secara monografi Desa Tegal waru terdiri dari 6 RW dan 38 RT, dan masing-masing RW memiliki spesifikasi usaha masyarakat. Berdasarkan hasil survei yang kami lakukan di RW 01 beberapa warga memilih alternatif pencaharian keluarganya sebagai pengrajin anyaman bambu dan bilik. RW 02 terdapat pengrajin pandai besi dan pesanan golok ukir. RW 03 karena wilayahnya yang masih luas oleh lahan pertanian, menjadikan warga RW 03 ini menggarap lahan mereka dengan tanaman obat, buah dan tanaman hias.



Beranjak dari RW 03, kita dapat melihat di RW 04 berbagai industri pembuatan selai kelapa dan pembiakan ikan patin. Dari limbah indusri selai kelapa, berpotensi melahirkan aneka usaha seperti briket arang, nata de coco dan hiasan/aksesoris.



Tak kalah di RW 05 pun terdapat industri rumahan berupa pengolahan kecap, cuka, saus dan minuman orson, walau menggunakan media produksi yang sangat sederhana, namun bisnis ini telah mampu memberikan income keluarga yang cukup menjanjikan. Kemudian terakhir, di RW 06 masyarakat dominan sebagai pedagang dan tukang bangunan tapi di beberapa area terdapat budidaya tanaman DAS yang telah cukup diakui banyak pihak.



Dari sini Insya Allah, Anda akan mendapatkan suasana pedesaan yang asri plus mendapatkan inspirasi dan ide bisnis berbasis home industri.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar